" Nisa Transportasi Sukabumi - Rental Mobil Terpercaya di Sukabumi

Tips Menghindari Penipuan Jual-Beli Online

0 komentar


Perkembangan pengguna internet banyak dimanfaatkan sebagai prospek yang mendatangkan keuntungan bagi banyak orang. Salah satunya dengan memanfaatkannya sebagai media jual-beli - termasuk Electronic Clinic. Bagaimana tidak, tanpa memiliki kios/toko Anda sudah bisa berjualan. Buat pembeli, tanpa perlu keluar rumah pun mereka bisa memiliki barang yang dibelinya. Namun, tidak sedikit yang memanfaatkannya sebagai ajang penipuan untuk memperoleh keuntungan berlipat. Banyaknya kasus penipuan yang terjadi tidak serta-merta membuat para pengguna internet waspada. Minimnya kepedulian mereka akan kasus-kasus penipuan yang pernah terjadi membuat mereka menjadi korban berikutnya. Dan korban-korban penipuan pun terus berjatuhan. Namun jangan bersikap skeptis dengan menghindari semua toko online. Masih banyak rekan-rekan pedagang online yang bersikap jujur mencari rejeki halal. Jangan karena untuk membunuh satu tikus, harus membakar lumbung padi :D Bukan jual-beli online-nya yang harus dihindari, melainkan penipuannya. Jangan karena nila setitik rusak susu sebelahnya... eh, sebelanga. Dari beberapa kasus penipuan yang pernah terjadi, berikut tips untuk menghindarkan diri kita agar tidak menjadi korban penipuan jual-beli online.
  1. Kenali penjual
    Jika Anda belum mengenal penjual sacara langsung, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan menelusuri akun penjual melalui nama, nomor telepon, dan nomor rekeningnya pada search engine. Banyak laporan penipuan di situs, blog, dan forum yang dapat Anda temukan. Jika Anda menemukan laporan penipuan menyangkut penjual tersebut, sebaiknya Anda tidak mengambil risiko untuk melanjutkan bertransaksi secara online kecuali jika komplain tersebut mendapat tanggapan dari pihak penjual. Terkadang, banyak pula yang melakukan black campaigne alias fitnah demi menjatuhkan saingan usaha.

  1. Tingkatkan kewaspadaan Anda 100x lipat saat membeli gadget
    Gadget seperti handphone, tablet, notebook/laptop adalah barang dagang yang paling banyak digunakan sebagai sarana penipuan. Alasannya:
    • Informasi mengenai gadget banyak tersedia di internet. Penipu sering memasang spesifikasi gadget agar terlihat seakan-akan mereka adalah penjual profesional.
    • Gadget memiliki pangsa pasar yang luas. Banyak orang yang membutuhkan gadget sebagai gaya hidup maupun menunjang aktifitas. Bahkan banyak di antara kita yang memiliki lebih dari satu gadget. Perkembangan gadget yang cepat membuat para konsumen sering berganti-ganti gadget demi eksistensi dan mengikuti perkembangan. Pangsa pasar yang luas ini memperbesar kemungkinan bagi si penipu untuk memperoleh korban.
    • Gadget memiliki banyak kemungkinan untuk dimanipulasi sehingga banyak celah yang dapat digunakan untuk melakukan penipuan.

  2. Hindari membeli barang black market (BM, selundupan)
    Selain melanggar hukum yang dapat menjerat Anda sebagai pembeli/penadah, barang selundupan yang dijual dengan harga murah karena tidak harus membayar pajak ini paling banyak menjadi sarana para penipu menjerat korbannya. Gunakan logika Anda, penyelundupan yang biasanya melibatkan mafia atau persekongkolan berani melanggar hukum yang lebih berat sanksinya untuk memperoleh keuntungan berlipat. Jadi, bukan hal yang mengkhawatirkan mereka untuk menipu Anda. Ibarat kata, melukai orang adalah hal yang sepele bagi seorang pembunuh bayaran.

  3. Waspada dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran
    Modus ini paling banyak digunakan untuk menarik perhatian calon korban. Mereka memasang harga jauh di bawah bahkan hingga setengah harga pasaran. Mereka biasanya berdalih bahwa barang yang mereka jual adalah barang black market sehingga bebas pajak. Berdasarkan pengalaman kami mengimport barang, pajak import tidak sampai 100% dari nilai objek pajak. Biaya yang harus ditanggung dari sektor pajak (Bea Masuk, PPn, PPh) adalah sekitar 25% dari harga beli. Jadi, tidak mungkin mereka dapat menjual barang dengan setengah harga pasar meskipun tanpa pajak. Seandainyapun bisa, kemungkinan besar barang tersebut adalah barang cacat, barang bekas, rekondisi atau jika itu sebuah perangkat maka kemungkinan besar sparepartnya telah banyak diganti.

  4. Waspadai penjual yang hanya bermodal Facebook atau web servis gratisan
    Facebook menjadi surga bagi penipu karena dengan mudah mereka dapat membuat akun, mengganti akun, membangun tempat berjualan, dan menjaring calon korban. Jangan terperdaya dengan fans atau like yang banyak karena dengan uang $5 atau sekitar 50 ribu rupiah mereka dapat membeli ribuan fans palsu. Juga jangan terperdaya dengan komentar status semacam testimonial seperti, "Thanks Gan, barang pesanan saya udah nyampe tadi siang" atau "Makasih Mas, barang sudah saya terima, mantab banget. Temen-temen saya mau ikut pesan nih, kalo pesan lebih dari satu dapet diskon lagi ga?" dan semacamnya. Beberapa penipu melengkapi akun facebook mereka dengan web servis gratisan seperti wordpress, blogspot, webly, atau dengan domain gratis seperti .co.cc atau .tk. Dengan web servis gratis tersebut mereka akan mudah mengganti dengan akun baru jika akun lama telah banyak dilaporkan sebagai penipu. Namun, banyak pula pedagang jujur yang baru memulai usahanya dan belum memiliki cukup modal untuk menyewa domain dan hosting berbayar. Jika Anda masih ragu, silakan tawarkan tips ke 6 di bawah. Buat rekan pedagang yang masih menggunakan web servis gratisan, ada baiknya Anda meningkatkan kepercayaan konsumen dengan menyisihkan sedikit modal untuk menyewa domain dan hosting. Bukankah kepercayaan konsumen adalah segalanya dalam usaha jual-beli?

  5. Usahakan untuk COD, CNC, atau menggunakan jasa pihak ketiga
    Jika si penjual berada di kota yang sama dengan Anda, sebaiknya Anda memilih sistem Cost On Delivery (COD) yang berarti Anda baru membayar ketika kurir penjual telah menyampaikan barang pesanan ke tangan Anda, Cost and Carry (CNC) yaitu dengan mendatangi toko/rumah si penjual. Namun jika lokasi penjual jauh dari lokasi Anda, tentunya tidak memungkinkan bagi kedua pihak untuk saling mengunjungi maka sebaiknya Anda memanfaatkan pihak ketiga sebagai perantara. Pihak ketiga ini bisa jadi keluarga yang kebetulan berdomisili di kota yang sama dengan penjual, atau jasa profesional seperti Rekening Bersama (Rekber). Dengan menggunakan Rekber berarti Anda harus mentransfer pembayaran ke rekening milik Rekber, setelah uang Anda diterima pihak Rekber, pihak Rekber akan mengirimkan konfirmasi ke penjual untuk mengirimkan pesanan Anda. Setelah barang Anda terima, barulah Rekber mengirimkan pembayaran Anda ke rekening penjual. Namun hati-hati juga dalam memilih jasa Rekber. Banyak juga kasus penipuan yang mengatasnamakan jasa Rekber.

  6. Waspadai penjual yang mendesak Anda untuk mentransfer pembayaran
    Begitu mereka mengetahui Anda berminat terhadap produk yang mereka jual, mereka akan mendesak Anda untuk melakukan pembayaran secara transfer langsung. Mereka akan terus menghubungi Anda untuk menanyakan kepastian Anda melakukan transaksi. Bahkan sering pula dengan nada mengancam jika mereka merasakan gelagat bahwa Anda mencurigai mereka. Dan biasanya mereka akan menolak menggunakan jasa pihak ketiga (rekening bersama/rekber) untuk menjembatani transaksi, dengan berbagai alasan seperti keuntungan mereka tipis dan tidak mau dipotong lagi untuk membayar jasa rekber. Dan ketika Anda siap menanggung fee rekber, mereka akan berkilah dengan alasan-alasan lainnya.

  7. Pastikan penjual menggunakan satu identitas
    Penipu biasanya mengganti-ganti nomor telepon, akun bank, akun facebook dan identitas lainnya untuk menutupi penipuan yang dilakukan sebelumnya. Pastikan nama pemilik rekening sama dengan nama penjual. Bila perlu, mintalah foto SIUP, NPWP, atau setidaknya KTP penjual.

  8. Ingat, Pembeli adalah Raja
    Anda adalah pemegang kendali dalam proses jual-beli. Andalah yang menentukan untuk membeli suatu barang atau tidak, kapan Anda akan membeli, dan pada siapa Anda akan membelinya. Pastikan Anda nyaman dan aman dalam bertransaksi online. Lebih baik Anda mengeluarkan sedikit dana tambahan dari pada Anda menjadi korban penipuan. Bertransaksi dengan tatap muka jauh lebih aman, setidaknya untuk transaksi pertama.
IKLAN SPONSOR DARI GOOGLE :
Bagikan Artikel :

Posting Komentar

 
Support : Nisa Trans Sukabumi | Nisa Rent car| Rck Rent car | Nisa Elf | Nisa Mobil | Rental Sukabumi
Copyright © 2011. jajasuandi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Jaja Suandi H
Proudly powered by Blogger